Skip to main content

Posts

Cukup.

Ketika, semua perempuan senang punya teman dekat seorang ketua angkatan, ketua himpunan atau bahkan ketua BEM sekali pun. Tapi kenapa tidak dengan aku? 
HA HA.
Harusnya aku yang menjadi pendukung pertama kamu. Harusnya aku yang selalu menyemangati dan menemani kamu. Tapi aku malah berdiri diam disini. Hanya melihat kamu dengan semua impian kamu. Jika memang itu keinginanmu, aku harap semuanya akan tercapai.
Cukup bagi aku sampai sini. Sebelum aku berharap lebih jauh denganmu. Sebelum aku malah akan menyusahkanmu. Sebelum kita sama-sama saling menyakiti lebih jauh.
Sudah cukup.
Odin.

Satu kabar lagi

Satu kabar lagi yang aku tau, tapi bukan dari mulut kamu sendiri

Sakit banget pas tau kabar itu.
Lyk, mungkin aku udah nganggepnya biasa aja. Tapi kenapa aku masih merasa kecewa, sedih dan kaget saat kabar itu sampai?

Untuk dia sampai pada tahap itu, aku yakin sudah di rencanakan dari jauh-jauh hari.
Tapi kenapa kamu ngga ngasih tau aku sih?
Jika kamu masih anggap aku seseorang yang berarti, kenapa kamu diam?

Atau mungkin, memang seharusnya kita sudah bukan apa-apa lagi dari jauh-jauh hari.

Aku emang ngga pantes buat ngelarang-larang kamu, dan aku memang nyoba buat menerima semuanya. Asal kamu cerita.
Atau aku nya ya, yang akhir-akhir ini ngga peduli ke kamu. Jadi ngga ada kesempatan buat kamu cerita?

Satu hal lagi, yang akan menjauhkan kita?
Atau memang cerita kita yang harusnya sudah selesai.
Atau memang sudah selesai?

Semua akan baik-baik saja,

Odin.

Mengalah

Oh i'm just a girl trying to find a place in this world... - Taylor Swift
Orang lain boleh egois, tapi tidak dengan odin.
Orang lain boleh semaunya, tapi tidak dengan odin.
Orang lain boleh mengutarakan kemauannya, tapi tidak dengan odin.

Gampang emang bilang,
"Eh kita kuliah 4 tahun. Jangan ada diem-dieman dibelakang, ngomong dibelakang. Kalo ngga suka, bilang.."

HAHAHAHAHAAbasi.

Terus kalo odin ngomong, odin ngga suka. Kalian mau ngedengerin?
Ngga.

Karena emang harus odin terus yang ngalah. Harus odin terus yang ngertiin kemauan kalian. Harus odin terus yang menerima semuanya, meskipun kalo odin ngga suka.

Tau ngga sih? Capek ada di posisi ini terus.

Yang serba mengerti kalian, karena kalian ngga mau berusaha atau gantian buat ngertiin orang lain.

Kalo kalian bilang, odin yang ke kanak-kanakan. Hey, mirror please?

Odin tau, odin ngga sempurna. Odin juga bukan orang yang baik banget sampe merasa segitunya,
Tapi ya itu yang odin rasain.

And do all of u even care to me?

PKKP 2017 (Hari Pertama dan Kedua)

Hari Pertama Sebagai PJG 8. 17 Agustus 2017! DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA!! Selamat Ulang Tahun Indonesia!! MERDEKA!

Setelah lama tidak pernah upacara lagi, akhirnya aku upacara 17an di Kampus. Jadi, agenda hari pertama di PKKP2017 ini adalah upacara 17an sekaligus pembukaan PKKP2017. Semua panitia diharuskan memakai Batik. Sedangkan Mahasiswa Baru (Maba) memakai pakaian hitam-putih. Hari ini, Panitia diharuskan datang jam setengah 6. Dan maba-nya sebelum jam 6 udah harus datang juga. Pagi banget ngga tuh? PNJ masih gelap tapi udah rame:))

Peraturan maba selama ospek antara lain:
- Selama kegiatan memakai pakaiaan Hitam-Putih.
- Datang jam 6 pagi di PNJ. Hanya boleh diantar sampai Tugu PNJ yang di depan (halte bikun)
- Rambut harus rapih dan tidak boleh panjang (cowok). Bagi yange berkerudung, memakai 
warna hitam.
- Tidak menggunakan alat komunikasi selama acara berlangsung
- Dan berbagai peraturan lainnya:)

Selain itu, Tugas PJG antara lain adalah:
- Memberikan informasi ter-UPDATE kepada…

Panitia PKKP 2017

Hallaw bloggie, Aku mau cerita mengenai pengalaman ku selama seminggu menjadi Panitia PKKP 2017. Sebelumnya, PKKP adalah Pengenalan Kehidupan Kampus Politeknik. Jadi, PKKP itu semacam ospek-nya kampus. Di PNJ, PKKP dipegang oleh direktur, sehingga untuk ikut andil dalam kegiatan tersebut melewati banyak ujian (ea).
Panitia PKKP dipilih berdasarkan 2 cara. Pertama, adalah mereka-mereka mahasiswa yang menjadi ketua dan wakil ketua di Himpunan, BO (Badan Otonom), dan UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa). Dan yang kedua adalah ‘Jalur Umum’, dimana mahasiswa yang ingin berpartisipasi harus di tes dulu. Alhamdulillah, di tahun ini aku berhasil untuk berpartisipasi di kepanitian PKKP 2017, YAY! Aku dipilih melalui ‘Jalur Umum’. HOW? PKKP 2017 dimulai pada tanggal Kamis, 17 Agustus 2017. Dan Tes Tulis untuk mahasiswa yg ingin menjadi panitia dilakukan tanggal Jumat, 11 Agustus 2017. Persyaratan untuk medaftar adalah salah satunya merupakan mahasiswi aktif dalam Himpunan/BO/UKM. Karena aku anak Poro…

Pengawas

PENGAWAS
Lama tidak bercerita.
Tanggal 29 Juli 2017, diadakan UM Politeknik Negeri Jakarta. Pada hari itu, aku berkesempatan menjadi pengawas ujian, yey.
2 minggu sebelumnya, aku mendaftarkan diri menjadi pengawas, dimana pendaftarannya itu hanya untuk 10 orang perjurusan. Alhamdulillah, dapet kebagian jatah hehhee.
Aku kebagian tugas shift 2. Yaitu, mengawas dari pukul 12.00 – 16.30 untuk bagian ujian Tata Niaga. Kebetulan, aku dapet jatah ngawas di Gedung D (Teknik Elektro) ruang D.106.
Excited banget!!!!! Jadi aku beneran ngawas satu kelas yang berisi 25 siswa. Dan aku ngawas sen-di-ri. Jam 1 siang, setiap pengawas mulai memasuki ruangannya masing-masing.


Tugas pengawas antara lain adalah membagikan soal dan lembar jawaban, membacakan tata tertib, dan mengawasi selama ujian berlangsung. Ujian dimulai pukul 14.00, satu persatu peserta mulai memasuki ruang ujian. Tapi aku malah deg-degan banget. Padahal aku yang ngawas mereka, eh malah aku yang deg-degan, lol. Ujian berlangsung sela…

Milea

Aku iri sama Milea

Bukan,
Bukan karena Milea sempat memiliki Dilan,
Laki-laki yang begitu di gila-gilai oleh para pembaca seri buku yang ditulis Pidi Baiq itu.
Melainkan karena Milea memiliki kesempatan ntuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi 
(yang diceritakan pada buku 'Suara dari Dilan').
Milea mendapat semua jawaban dari setiap tanyanya pada Dilan.
Sekali pun terlambat, tetapi Milea memiliki kesempatan itu.

Bagaimana denganku?
Apakah aku akan dapat kesempatan itu?

Pun seandainya tidak,
Aku harap, Aku bisa lebih ikhlas dengan masa lalu.
Aku harap, Aku bisa melepaskan masa lalu ku.

Tapi aku lebih berharap lagi, kalau kesempatan itu akan datang padaku.
Egois memang, tapi tidak salah untuk berharap yang baik kan?